Cara Memilih Dan Memelihara Hewan Peliharaan Di Rumah
Cara Memilih Dan Memelihara Hewan Peliharaan Di Rumah – Hewan sudah menjadi bagian dari keluarga Indonesia. Bagaimana pola interaksi manusia dengan hewan kesayangannya dan seberapa besar potensi bisnis di sekitar hewan tersebut?
Anggota komunitas pecinta anjing ini berfoto bersama anjingnya di depan kantor polisi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, dalam rangka Hari Tanpa Kendaraan Bermotor (16/10/2022).
Cara Memilih Dan Memelihara Hewan Peliharaan Di Rumah

Interaksi satwa dengan masyarakat sudah terjadi sejak lama di nusantara. Hewan peliharaan adalah hewan yang hidupnya bergantung sebagian atau seluruhnya pada manusia untuk tujuan tertentu. Secara khusus, hewan ini mengacu pada hewan kesayangan, yaitu hewan yang dipelihara untuk kebutuhan olah raga, hiburan, dan kecantikan.
4 Cara Merawat Kucing Buat Pemula Yang Baru Pertama Kali Ingin Pelihara
Jejak interaksi manusia dengan hewan tersebut antara lain terlihat pada relief Karmawibhangga di Candi Borobudur, Jawa Tengah, dan relief batu bata di Candi Bojongmenje, Jawa Barat. Kedua relief ini menampilkan kehidupan masyarakat yang pernah beternak seperti ayam, ikan, dan anjing. Pada komunitas pertanian dimana banyak dilakukan aktivitas pertanian, anjing berperan membantu masyarakat sebagai penjaga dari hewan perusak tanaman seperti babi hutan.
Hubungan antara Indonesia dan satwa terus berlanjut hingga saat ini. Hangatnya hubungan ini setidaknya terlihat dari tiga hal: jumlah pemilik hewan peliharaan, alasan memiliki hewan peliharaan, dan upaya merawatnya.
Secara numerik, populasi hewan ini dapat dilihat pada data lembaga Euromonitor International. Pada tahun 2022, Euromonitor mencatat akan ada 4,80 juta kucing di Indonesia. Angka tersebut naik dibandingkan tahun 2016 sebanyak 2,15 juta ekor. Populasi kucing jauh melebihi anjing peliharaan yang tercatat hanya 737.400 ekor pada tahun 2022.
Warga memelihara kucing ras campuran kampung dan anggora miliknya di RW 05 Sunter Agung, Jakarta Utara (19/7/2023).
Panduan Anda Dalam Membeli Anak Kucing
Hasil survei yang dilakukan Rakuten Insight, sebuah perusahaan riset global yang berbasis di Amerika Serikat, memberikan gambaran lebih luas mengenai kepemilikan hewan peliharaan. Dikutip dari Statista, Rakuten Insight melakukan survei pada Januari 2022 untuk mengumpulkan opini tentang kepemilikan hewan peliharaan di kalangan masyarakat Indonesia. Survei ini dilakukan secara online terhadap 10.442 responden di Indonesia.
Hasil survei menunjukkan enam dari 10 rumah tangga di Indonesia memiliki satwa dengan berbagai jenis fauna. Dari jenis-jenis tersebut, hewan yang paling banyak dimiliki masyarakat Indonesia adalah kucing, disusul burung, ikan, dan anjing. Berdasarkan hasil survei, kepemilikan kucing di masyarakat Indonesia mencapai 47 persen.
Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil survei R&D yang dilakukan pada Januari 2020. Survei terhadap 525 responden di wilayah Jabodetabek menemukan lima jenis hewan yang biasa dimiliki warga perkotaan di dalam dan sekitar Jakarta, yakni kucing (44 persen). . ), burung (22,5 persen), ikan (12,5 persen) dan anjing (8,5 persen).

Kedua penelitian tersebut menyimpulkan bahwa hewan yang dominan di Indonesia adalah kucing dengan rasio kepemilikan 44 hingga 47 persen. Artinya, hampir separuh masyarakat Indonesia yang disurvei dan mengaku memiliki hewan peliharaan, memilih kucing sebagai anggota baru keluarganya.
Inilah Beberapa Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Bagi Anak
Ada banyak alasan untuk memiliki hewan peliharaan. Riset Rakuten Insight yang dilakukan pada Januari 2021 di Indonesia dan 11 negara Asia lainnya menemukan ada lima jenis alasan yang paling banyak diungkapkan masyarakat Asia untuk memiliki hewan peliharaan. Dua alasan utama yang dikemukakan adalah dari sisi manfaat psikologis, yakni mengurangi stres dan perasaan sedih (41 persen) serta memiliki teman (36 persen).
Tiga pertimbangan lainnya adalah keselamatan, aktivitas fisik, dan aspek hobi/gaya hidup. Mereka yang memiliki hewan peliharaan juga mengungkapkan manfaat lainnya, yaitu merasa lebih percaya diri setelah memiliki hewan peliharaan (36 persen), dapat lebih aktif melakukan aktivitas fisik (26 persen), dan berbagi hobi atau minat dengan keluarga (22 persen).
Kandang artistik yang menjadi “kamar hotel” bagi kucing domestik di Hotel Ploy Cat, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (22/7/2022).
Melihat manfaat nyata tersebut, tidak jarang hewan diperlakukan sebagai anggota istimewa, sebagai anggota keluarga. Pemilik hewan peliharaan menyediakan tempat khusus dan makanan berkualitas untuk menjamin kenyamanan hewan peliharaan kesayangannya.
6 Hewan Peliharaan Yang Bisa Jadi Teman Si Kecil Di Rumah
Perlakuan khusus ini tidak lepas dari alasan mengapa hewan tersebut dibeli. Menurut hasil penelitian Rakuten Insight, sebagian besar hewan tersebut diperoleh melalui adopsi dan pembelian. Adopsi dari anggota keluarga atau teman, beli dari toko hewan peliharaan, adopsi dari tempat penampungan hewan, atau bahkan beli dari peternak terpercaya.
Dapat dikatakan bahwa upaya untuk memelihara hewan tersebut dilakukan secara aktif atau dengan penuh kesadaran dan niat untuk memelihara hewan tersebut. Tak heran jika dari awal niat merawat hewan ini diikuti dengan upaya maksimal dalam merawatnya.
Petugas merawat seekor anjing di Vodka and Latte Salon di kawasan Kemang, Jakarta Selatan (17/5/2021). Seiring dengan meningkatnya permintaan, bermunculan salon anjing yang menawarkan berbagai layanan, seperti perawatan, hotel, dan klinik kesehatan untuk hewan berkaki empat.

Komponen penting dalam memiliki hewan peliharaan adalah biaya pemeliharaan. Anggaran pembelian hewan kesayangan ini bervariasi sesuai dengan jenis hewan dan jumlah hewannya. Berdasarkan hasil survei Rakuten, biaya tertinggi yang dikeluarkan masyarakat berkisar antara Rp100.000 hingga Rp300.000 per bulan.
Tips Mengembangkan Bisnis Hewan Peliharaan Yang Sustainable
Namun ada juga yang mengeluarkan biaya hingga Rp 700.000 setiap bulannya. Ada juga yang mengklaim lebih dari Rp3.000.000 setiap bulannya untuk memiliki beberapa hewan ras tertentu.
Pengeluaran terbesar berasal dari komponen pakan ternak. Hampir seluruh responden Rakuten Insight mengatakan bahwa menyediakan makanan hewan adalah hal yang wajib dilakukan.
Setelah makanan, komponen pengeluaran dialokasikan untuk pengadaan barang-barang yang berkaitan dengan perumahan hewan, produk perawatan dan kebersihan, serta suplemen kesehatan. Model kepemilikan hewan seperti ini secara tidak langsung berdampak pada munculnya usaha-usaha seputar hewan.
Petugas jasa perawatan hewan menyisir bulu anjing pada acara Indonesia Pet Show di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat (22/02/2019). Pameran ini dihadiri oleh banyak supplier dan penjual hewan peliharaan, serta komunitas pecinta hewan.
Empat Cara Tetap Sehat Meskipun Memiliki Hewan Peliharaan
Tidak bisa dipungkiri, semakin banyaknya masyarakat yang jatuh cinta dengan hewan peliharaan kesayangannya membuat potensi bisnis hewan peliharaan di Indonesia semakin besar. Salah satu yang memiliki potensi besar adalah pangsa pasar makanan hewan. Agriculture and Food Canada pada tahun 2021 menyatakan Indonesia merupakan importir makanan anjing dan kucing terbesar ketiga di kawasan ASEAN. Kanada merupakan salah satu negara eksportir makanan anjing dan kucing ke Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 0,2 persen.
Berdasarkan data Statistik Perdagangan Luar Negeri (BPS) tahun 2022, impor produk makanan hewan dengan kode HS 2309, termasuk kategori makanan anjing dan kucing (HS 230910) serta hewan peliharaan lainnya (HS 230990), terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2018, impor produk makanan anjing dan kucing dengan kode HS 230910 mencapai $92,93 juta. Jumlahnya akan meningkat pada tahun 2022 tepatnya menjadi 182,22 juta dollar AS.
Thailand, Tiongkok, Perancis dan Australia merupakan negara pengekspor makanan hewan utama di Indonesia. Nilai impor produk makanan anjing dan kucing dari Thailand pada tahun 2022 mencapai 73,68 juta dollar Amerika atau 40 persen dari total impor makanan anjing dan kucing.

Diperkirakan potensi bisnis hewan peliharaan di Indonesia akan terus berkembang di masa depan. Postingan di laman Pet Fair ASEAN 2023 memperkirakan rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) pasar makanan hewan di Indonesia diperkirakan mencapai 5,1 persen pada 2021-2026. Penjualan ritel makanan hewan di Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 1.214,6 juta dollar AS pada tahun 2026.
5 Hewan Peliharaan Yang Mudah Dirawat, Cocok Untuk Atasi Kesepian
Tumbuhnya bisnis peternakan tidak lepas dari perkembangan jumlah penduduk dan pecinta hewan di Indonesia. Badan Euromonitor International memperkirakan pada tahun 2026 populasi kucing yang dijadikan hewan peliharaan bisa mencapai 5,95 juta, sedangkan anjing mencapai 919,2 ribu.
Dari sisi masyarakat, pengembangan kepemilikan hewan kesayangan ini dapat menjadi pelampiasan hobi dan menjaga kesehatan mental di tengah tekanan kehidupan yang semakin kompleks. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2018 mencatat adanya peningkatan prevalensi masyarakat yang menderita gangguan kesehatan mental emosional dibandingkan tahun 2013.
Di sisi lain, dalam dunia bisnis, pertumbuhan kepemilikan hewan akan meningkatkan ceruk pasar di sekitar perusahaan peternakan. Namun idealnya perkembangan tersebut tidak hanya bertumpu pada produk impor saja, namun juga harus diikuti dengan tumbuhnya usaha-usaha lokal agar mampu menggairahkan perekonomian kerakyatan dan sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Fenomena perkembangan hewan ini tentunya harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat agar hewan tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. (R&D) Ilustrasi hewan peliharaan seperti anjing, kucing atau lainnya dapat membantu menjaga kesehatan mental pemiliknya selama masa kurungan Covid-19 (SHUTTERSTOCK/Olena Yakobchuk).
Panduan Lengkap Memelihara Iguana Sebagai Hewan Peliharaan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memelihara hewan memberikan dampak yang besar terhadap kesehatan mental seseorang, seperti menurunkan tingkat stres dan mengurangi perasaan kesepian.
Menurut Body + Soul, berikut lima hal yang harus Anda tanyakan pada diri sendiri sebelum memelihara hewan peliharaan:
Ingat, anak kucing yang lucu akan tumbuh dewasa dan beberapa burung tidak memiliki kepribadian yang Anda harapkan.
Jadi jika Anda sering bepergian atau bekerja dan sering kali tidak berada di rumah, pertimbangkan kembali keinginan Anda untuk memiliki hewan peliharaan.
Jutaan Rupiah Demi Hewan Peliharaan
Meskipun hewan tidak memerlukan pelatihan atau perawatan yang terlalu intensif, mereka tetap membutuhkan makanan dan, sebagian besar, memerlukan interaksi sosial dengan pemiliknya.
Anda mungkin juga perlu mempertimbangkan biaya lain, seperti izin, makanan, vaksinasi, pelatihan, mainan, perawatan, pembersihan, dan biaya masalah kesehatan yang tidak terduga.
Sebelum Anda memutuskan untuk memelihara hewan peliharaan, tinjau anggaran pribadi Anda untuk memastikan Anda dapat memenuhi kebutuhan hewan peliharaan dan menutupi biaya hidup Anda.
Ikan atau burung tidak membutuhkan banyak ruang, namun beberapa ras anjing dan kucing membutuhkan ruang untuk berlari atau berkeliaran.
Mempersiapkan Kehadiran Si Manis
Beberapa kandang reptil juga memakan banyak ruang, jadi pertimbangkan baik-baik tata letak rumah Anda sebelum membawa pulang teman baru.
Tanyakan juga apakah bulu hewan peliharaan di rumah mengganggu Anda atau apakah Anda bersedia melatih hewan peliharaan Anda agar tidak merusak furnitur Anda.
Sebelum hewan memasuki rumah, Anda
